Merancang flat Provence: Karakteristik dan fitur
- 05.02.2023
Provence disebut sebagai gaya pedesaan Prancis - kesederhanaan pedesaan dan pesona Prancis yang elegan. Desain interior ini memberikan relaksasi, menciptakan suasana yang tenang dan nyaman. Hal ini dicapai dengan dominasi warna pastel, kombinasi barang antik yang indah dan bahan alami. Pertimbangkan fitur dan karakteristik utama gaya interior Provence.
Palet dengan gaya Provence
Jangan gunakan warna-warna cerah. Preferensi untuk warna yang diredam, seakan-akan terbakar di bawah sinar matahari musim panas. Warna-warna yang digunakan saat mendesain rumah bergaya Provence meliputi
- putih, susu, krim;
- biru lembut, mint, hijau muda;
- kuning lembut;
- lavender;
- krem, cokelat, abu-abu muda, dll.
Dindingnya didekorasi dengan nuansa cahaya yang lembut. Perabotannya berwarna terang atau lebih gelap - coklat atau krem tua dengan lecet, retak, dengan efek terbakar. Elemen dekorasi, lampu dan pot bunga bisa lebih cerah dan berfungsi sebagai aksen.
Sentuhan akhir, jendela dan pintu yang khas
Dindingnya sering kali dilapisi dengan wallpaper akrilik, plesteran atau wallpaper bermotif bunga dan ubin berwarna putih. Dekorasi di dinding dapat berupa plesteran - cabang atau tanaman merambat dengan buah. Di dapur, ubin dengan warna-warna lembut digunakan di sekitar wastafel.
Kayu yang dicat dengan lecet adalah ciri khas Provence. Gaya country lainnya lebih menyukai kayu yang tidak diolah. Di langit-langit putih, balok kayu dipasang. Parket, papan dan ubin batu sangat cocok dengan gaya Provencal. Hal ini menciptakan efek kesederhanaan pedesaan.
Pintu, kusen jendela yang terbuat dari kayu, dicat putih, dipasang. Hal ini memberikan interior yang cerdas. Jendela bisa berupa dinding penuh, bingkainya bisa berupa multiseksi yang sempit. Pintu interior dengan sisipan kaca juga dapat dipasang jika Anda ingin menambahkan cahaya ke dalam ruangan.
Menyelesaikan dinding, jendela dan pintu adalah bagian yang paling mahal dari proyek ini, dan dekorasi ulang akan sulit dilakukan karena ini adalah bagian utama dari interior. Oleh karena itu masuk akal untuk memesan desain flat, jika tidak lengkap, setidaknya elemen-elemen dasar ini.
Tekstil Provençal
Gordennya ringan, terkadang hanya tulle, terutama jika jendelanya kecil, seperti pada gaya Provencal klasik. Seprai, taplak meja, sarung kursi, dan penutup kursi dibuat secara eksklusif dari bahan alami: katun, linen, chintz. Garis-garis, motif bunga, kotak-kotak atau kain polos dengan pola yang minimal. Jika desainnya memiliki motif Mediterania, maka cetakan bertema laut dengan kerang, ikan, dan lain-lain akan cocok.
Dekorasi lavender
Lavender adalah elemen yang paling populer dari gaya Provence. Tandan kering dalam vas, keranjang dengan lavender, gambar dengan bunga-bunga ini. Bisa juga terdapat mural di dinding yang menggambarkan ladang lavender.
Beberapa elemen karakteristik dekorasi Provence:
- bunga dalam pot yang terbuat dari bahan alami;
- barang besi tempa - pagar tangga, tiang lampu, kaki kursi dan meja;
- cermin berbingkai;
- patung-patung keramik;
- lukisan berwarna lembut;
- peti mati, sangkar burung;
- serbet kertas, taplak meja.
Perabotan yang terbukti
Furnitur harus dicat kayu, sebaiknya yang memiliki lecet. Furnitur Provencal tidak hanya menjadi tempat penyimpanan barang yang praktis, tapi juga barang-barang dekoratif. Peti, lemari berlaci, lemari berlaci dengan hiasan ukiran menciptakan kenyamanan pedesaan yang istimewa. Tempat tidur dipilih dengan kepala tempat tidur kayu atau besi tempa yang tinggi.
Untuk interior Provence, ada berbagai barang dekoratif, tekstil dan furnitur. Kombinasi warna yang berbeda digunakan: didominasi oleh warna mint atau biru, krem atau abu-abu tanah liat, kombinasi hijau muda dan lavender. Gaya Provençal memberikan banyak kebebasan untuk mengekspresikan individualitas dan kreativitas.