Stasiun pompa untuk rumah pribadi: apa itu, jenisnya, bagaimana memilih
- 09.02.2023
Jika sebuah rumah pribadi di kota atau desa tidak memiliki pasokan air dari pusat, satu-satunya cara untuk mengalirkan air ke rumah adalah dengan memasang stasiun pompa. Sistem ini memasok air dari sumur atau sumur artesis. Apa saja jenis peralatan yang tersedia? Bagaimana cara memilih model pompa yang tepat untuk rumah?
Jenis stasiun pompa untuk rumah
Stasiun pompa terdiri dari pompa permukaan, tangki hidraulik, dan manometer. Bergantung pada cara asupan air, peralatan ini memiliki serangkaian detail yang lengkap untuk suplai air:
- Pompa self-priming memiliki motor, sakelar tekanan, dan akumulator hidraulik;
- perangkat otomatis - tekanan air diatur secara elektronik.
Volume tangki air bisa dari 2 hingga 50 liter. Semakin besar tangki, semakin jarang pompa dinyalakan, karena tangki menampung lebih banyak air. Namun demikian, peralatan modern tidak akan rusak karena dinyalakan dan dimatikan, meskipun hal ini terjadi beberapa kali dalam satu menit. Volume tangki 24 liter sudah mencukupi.
Pompa air rumah tangga otomatis termasuk dalam kategori ini:
- Pompa vortex terletak di dalam ruangan. Pengoperasiannya membutuhkan tekanan tertentu yang dipertahankan di dalam tangki.
- Pompa sentrifugal mengangkat air tanpa henti dari sumur dengan mengoperasikan sebuah roda.
Peralatan ini bervariasi dalam tingkat perendaman untuk mengambil air. Rata-rata, jarak ini adalah 8 meter. Pompa lubang bor otomatis atau sistem dengan tangki penyimpanan perantara cocok untuk sumur yang lebih dalam.
Klasifikasi berdasarkan produktivitas - berapa banyak air yang dipompa oleh stasiun pompa per menit:
- pompa dengan hasil rendah mengangkut tidak lebih dari 20 liter;
- Pompa yang cukup efisien mengangkut hingga 150 liter, seringkali 50 liter per menit sudah cukup untuk sebuah rumah terpisah.
Head 25 m akan menyediakan air untuk pancuran dan keran dapur. Namun, unit pompa harus dipilih untuk ketinggian kolom air hingga 35 m untuk mengatasi fluktuasi tekanan.
Bagaimana memilih stasiun pompa
Penting untuk menentukan dengan tepat bagaimana stasiun pompa bekerja:
- mengambil air dari sumbernya dan segera mengalirkannya ke rumah;
- Mengalirkan air ke dalam tangki dan dari sana ke rumah.
Lebih baik menggunakan sistem dengan tangki penyangga. Tangki ini dapat diisi dengan pompa sederhana dan dari tangki tersebut air akan dialirkan ke rumah melalui stasiun pompa. Lebih baik menggunakan sistem perantara dengan pompa sederhana.
Saat memilih stasiun pompa, perhatian harus diberikan pada faktor-faktor berikut:
- Peralatan harus mengalirkan air dalam jumlah yang tepat pada tekanan yang dibutuhkan untuk bekerja.
- Berapa konsumsi air rumah yang sebenarnya? Keran menghasilkan 4 liter dalam satu menit, pancuran menghasilkan 11 liter. Jumlahkan jumlah liter dari semua perangkat air di rumah. Peralatan harus mampu mengalirkan volume air ini per menit.
- Sistem pasokan air dapat dilakukan secara langsung atau melalui tangki penyimpanan. Anda juga dapat menyambungkan stasiun pompa ke sumber listrik umum jika tekanan dalam sistem tidak mencukupi untuk mengalirkan air ke rumah Anda.
- Tangki akumulasi baja tahan karat dan rumah pompa logam non-besi sangat kuat tetapi lebih mahal.
- Untuk rumah terpisah, pompa dengan kapasitas 1600 W sudah cukup. Sebagian besar pompa memiliki tegangan standar 220 V.
- Lebih baik jika relai memiliki kontak yang diperkuat, perlindungan terhadap panas berlebih.
- Apakah ada katup satu arah dan filter hisap yang dapat dilepas? Kadang-kadang tidak disertakan, jadi periksa apakah bisa diinstal.
Jika stasiun pompa akan digunakan sepanjang tahun, unit yang dikontrol secara elektronik lebih disukai. Ketika tangki penyimpanan kosong, mereka akan menyala secara otomatis. Dan penting untuk diingat untuk tidak berhemat - stasiun pompa yang berkualitas tidak mungkin murah.